Arema Desak Polri Keluarkan Izin Bergulirnya Liga 1

VIVA   –  Chief Executive Officer (CEO) Arema FC Agoes Soerjanto meminta Polisi Republik Nusantara (Polri) untuk segera mengeluarkan permisi pertandingan Liga 1. Dia memastikan, semua klub bakal menjalankan aturan kesehatan pencegahan COVID-19 dengan erat.  

Agoes mengatakan, banyak yang bergantung hidup di dunia sepakbola Indonesia. Klub pula tetap mengeluarkan dana operasional awak selama kompetisi diliburkan karena pandemi COVID-19. Tanpa ada pemasukan lantaran sponsor dan hak siar televisi. Hampir 8 bulan klub harus menghidupi pemain, pelatih dan staff meski tanpa kompetisi.  

Baca juga:   Beraninya Arema, Kontrak Pemain saat Kadar Kompetisi Tak Pasti

“Sekali lagi ana mohon agar kepolisian segera memikirkan untuk mengeluarkan izin resmi pertandingan. Kami juga sangat berharap persaingan resmi bisa digelar dengan tentu menjaga ketat kepatuah protokol kesehatan. Karena itu, dalam program berlatih hal itu sangat diperhatikan dan dijalankan, ” kata Agoes, Kamis, 22 Oktober 2020.  

Arema FC sendiri telah melakukan simulasi pertandingan dengan berujicoba melawan Madura United meski itu menyebutnya sebagai latihan bersama. Di dalam laga yang berkesudahan 4-3 buat Arema FC itu. Pertandingan dalam gelar di Stadion Kanjuruhan, Sial, Rabu, 21 Oktober 2020. Musabaqah dalam pantauan ketat tim tabib masing-masing klub. Serta diawasi tepat oleh Polres Malang.  

“Terima kasih kepada deretan Polres Malang yang telah tahu kepada jajaran Manajemen Arema FC terkait gelaran latihan bersama dengan Madura United dalam menjaga kepatuhan protokol kesehatan. Karena sifatnya cuma latihan bersama seperti biasa digelar, kami tidak melakukan sosialisasi ke pihak luar manapun. Karena memang hanya latihan seperti biasanya, & stadion selalu kita minta pemimpin menutupnya dari akses umum, ” ujar Agoes.

Dalam latihan bersama tersebut, disiarkan langsung melalui siaran streaming akun resmi Arema FC. Taat Agoes, itu menjadi bagian sebab upaya memberikan hiburan kepada Aremania, yang hampir delapan bulan tidak menikmati hiburan sepakbola dengan pegari ke stadion.  

“Mereka harus dibiasakan menikmati sepakbola di rumah. Selama COVID-19 sedang mewabah. Maka mereka harus stay home, tidak boleh datang ke stadion, maka sebagai upaya menebus kerinduan mereka untuk tahu jalan klub yang mereka banggakan. Oleh karena itu disuguhkan live streaming. Sekaligus itu untuk membuktikan kepada semua bagian, bahwa Aremania sangat patuh dengan protokol kesehatan, ” tutur Agoes.

Agoes mengatakan dalam latihan bersama, Arema FC tidak ingin menggelar pertandingan sepakbola secara mengundang animo. Appalagi sampai menentang ketaatan dan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.  

“Murni ini untuk menjalankan rencana latihan yang telah disusun pembimbing, dan dilakukan ketat dengan adat kesehatan. Semua pemain telah menjalani swab, sebelum main ada instrumen pengukur suhu, juga diawasi langsung oleh dokter kedua klub. Namun bagaimanapun, kami sampaikan teirma afeksi kepada pihak kepolisian yang tetap mengingatkan kami agar menjaganya, ” kata Agoes.  

Justin Gray